Deka Sampah - Academia.edu (original) (raw)
Uploads
Papers by Deka Sampah
PPSP 2011 4 2 2. .2 2. . A Ar re ea a S Su ur rv ve ey y E EH HR RA A K Ko ot ta a T Ta an ng ge ... more PPSP 2011 4 2 2. .2 2. . A Ar re ea a S Su ur rv ve ey y E EH HR RA A K Ko ot ta a T Ta an ng ge er ra an ng g S Se el la at ta an n Salah satu aspek perbaikan dalam Studi EHRA 2011 adalah adanya metoda penentuan target area survey secara geografi dan demografi melalui proses yang dinamakan Klastering. Hasil klastering ini juga sekaligus bisa digunakan sebagai indikasi awal lingkungan berisiko. Proses pengambilan sampel dilakukan secara random sehingga memenuhi kaidah "Probability Sampling" sehingga semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Sementara metoda sampling yang digunakan adalah "Cluster Random Sampling". Teknik ini sangat cocok digunakan untuk menentukan jumlah sampel jika area sumber data yang akan diteliti sangat luas. Pengambilan sampel didasarkan pada daerah populasi yang telah ditetapkan. Penetapan klaster dilakukan berdasarkan kriteria utama dan kriteria tambahan. Kriteria utama adalah kriteria yang sudah ditetapkan oleh Program PPSP dan wajib digunakan oleh semua Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota dalam melakukan studi EHRA 2011. Sedangkan kriteria tambahan adalah kriteria yang boleh ditetapkan oleh Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota apabila dinilai ada hal yang spesifik di kabupaten/kota yang bersangkutan terkait dengan risiko kesehatan lingkungan akibat sanitasi. Karakteristik wilayah seperti daerah pegunungan, pesisir, pantai, dll dapat dijadikan kriteria tambahan, bilamana ada pemukiman di daerah tersebut yang berpotensi dapat menimbulkan risiko kesehatan masyarakat karena lingkungan Adanya kriteria tambahan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. Maksimum hanya 1 jenis kriteria tambahan b. Efek yang ditimbulkan harus spesifik dan tidak bersifat redundant (sama/berulang) dengan kriteria utama. Kriteria utama penetapan klaster adalah sebagai berikut: 1. Kepadatan penduduk yaitu jumlah penduduk per luas wilayah. Pada umumnya tiap kabupaten/ kota telah mempunyai data kepadatan penduduk sampai dengan tingkat kecamatan dan kelurahan/ desa. 2. Angka kemiskinan dengan indikator yang datanya mudah diperoleh tapi cukup representatif menunjukkan kondisi sosial ekonomi setiap kecamatan dan/atau kelurahan/ desa. Sebagai contoh ukuran angka kemiskinan bisa Laporan Studi EHRA Kota Tangerang Selatan PPSP 2011 5 dihitung berdasarkan proporsi jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera 1 dengan formula sebagai berikut:
Perda RTRW Kota Tangerang
Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang
kajian sosial ekonomi dampak adanya Indomaret, melihat kesesuainnya dengan peraturan terkait
Books by Deka Sampah
Book Reviews by Deka Sampah
PPSP 2011 4 2 2. .2 2. . A Ar re ea a S Su ur rv ve ey y E EH HR RA A K Ko ot ta a T Ta an ng ge ... more PPSP 2011 4 2 2. .2 2. . A Ar re ea a S Su ur rv ve ey y E EH HR RA A K Ko ot ta a T Ta an ng ge er ra an ng g S Se el la at ta an n Salah satu aspek perbaikan dalam Studi EHRA 2011 adalah adanya metoda penentuan target area survey secara geografi dan demografi melalui proses yang dinamakan Klastering. Hasil klastering ini juga sekaligus bisa digunakan sebagai indikasi awal lingkungan berisiko. Proses pengambilan sampel dilakukan secara random sehingga memenuhi kaidah "Probability Sampling" sehingga semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Sementara metoda sampling yang digunakan adalah "Cluster Random Sampling". Teknik ini sangat cocok digunakan untuk menentukan jumlah sampel jika area sumber data yang akan diteliti sangat luas. Pengambilan sampel didasarkan pada daerah populasi yang telah ditetapkan. Penetapan klaster dilakukan berdasarkan kriteria utama dan kriteria tambahan. Kriteria utama adalah kriteria yang sudah ditetapkan oleh Program PPSP dan wajib digunakan oleh semua Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota dalam melakukan studi EHRA 2011. Sedangkan kriteria tambahan adalah kriteria yang boleh ditetapkan oleh Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota apabila dinilai ada hal yang spesifik di kabupaten/kota yang bersangkutan terkait dengan risiko kesehatan lingkungan akibat sanitasi. Karakteristik wilayah seperti daerah pegunungan, pesisir, pantai, dll dapat dijadikan kriteria tambahan, bilamana ada pemukiman di daerah tersebut yang berpotensi dapat menimbulkan risiko kesehatan masyarakat karena lingkungan Adanya kriteria tambahan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. Maksimum hanya 1 jenis kriteria tambahan b. Efek yang ditimbulkan harus spesifik dan tidak bersifat redundant (sama/berulang) dengan kriteria utama. Kriteria utama penetapan klaster adalah sebagai berikut: 1. Kepadatan penduduk yaitu jumlah penduduk per luas wilayah. Pada umumnya tiap kabupaten/ kota telah mempunyai data kepadatan penduduk sampai dengan tingkat kecamatan dan kelurahan/ desa. 2. Angka kemiskinan dengan indikator yang datanya mudah diperoleh tapi cukup representatif menunjukkan kondisi sosial ekonomi setiap kecamatan dan/atau kelurahan/ desa. Sebagai contoh ukuran angka kemiskinan bisa Laporan Studi EHRA Kota Tangerang Selatan PPSP 2011 5 dihitung berdasarkan proporsi jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera 1 dengan formula sebagai berikut:
Perda RTRW Kota Tangerang
Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang
kajian sosial ekonomi dampak adanya Indomaret, melihat kesesuainnya dengan peraturan terkait