Analisa Waktu Dan Biaya Proyek Konstruksi Pembangunan Gedung Gudang Dan Kantor PT Abc Semarang Dengan Earned Value Analysis (original) (raw)
2020, Prosiding Konferensi Ilmiah Mahasiswa Unissula (KIMU) Klaster Engineering
Manajemen kontruksi adalah perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek untuk mencapai tujuan proyek tanpa ada penyimpangan. Manajemen yang efektif dari suatu program selama siklus operasi proyek kontruksi memerlukan pengorganisasian biaya dan sistem pengontrolan yang baik. Kompleknya masalah selama pelaksanaan pekerjaan proyek menyebabkan banyak proyek yang selesai tidak sesuai dengan yang direncanakan. Baik tidak tepatnya waktu, biaya dan mutu yang terkadang terjadi overbudget. Untuk mengatasi hal ini perlu adanya manajemen biaya, kualitas, dan waktu yang baik. PT ABC adalah perusahaan baru di Indonesia telah berkomitmen siap melayani kebutuhan publik dalam bidang jasa pengiriman barang dan ekspedisi. Selama pelaksanaan proyek tersebut perlu adanya analisa waktu dan biaya terhadap proyek yang berlangsung sesuai dengan waktu dan biaya yang direncanakan. Pengendalian waktu yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan proyek sesuai dengan waktu yang direncanakan. Adapun hasil penelitian yang dihitung dengan metode Earned Value Analysis (EVA) didapatkan nilai pada SV (Schedule Varians) terdapat nilai negatif pada minggu ke-1,2,3,4,5,7,17,19,20,21,22,23,24 dan 31 dengan faktor penyebab keterlambatan antara lain : terlambatnya memulai pelaksanaan proyek, terlambatnya pengiriman bahan baku atau material, rencana kerja yang kurang baik, kerusakan peralatan saat pengerjaan proyek dan terjadinya cuaca yang tidak diinginkan. Sedangkan nilai SPI (Schedule Performanced Indeks) terdapat nilai dibawah atau kurang dari 1 pada minggu ke-1 hingga minggu ke-13 dan minggu ke-20 hingga minggu ke-36 yang angka indeksnya kurang dari angka satu. Dengan ketentuan SPI yang sudah ada bahwa nilai kurang dari 1 artinya kinerja tenaga proyek yang buruk mengakibatkan keterlambatan pada proyek atau tidak sesuainya rencana awal dengan realisasi pekerjaan proyek. Pada akhir minggu yaitu minggu ke-36 diperoleh hasil ETS (Estimate Temporary Schedule) dengan nilai hasil sama dengan-6 yang menunjukkan pada akhir proyek ada keterlambatan 6 minggu dari yang direncanakan. Membuktikan bahwa memang proyek terlambat selama 6 minggu.